Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menyerang wanita di seluruh dunia. Meski terdengar menakutkan, faktanya risiko kanker ini dapat ditekan jika kamu memahami penyebab dan faktor yang memicunya sejak dini.
Pengaruh genetik, gaya hidup, hingga riwayat reproduksi menentukan gejala awal kanker payudara pada wanita. Yuk, kenali lebih dalam penyebab kanker payudara dan faktor risikonya agar kamu lebih waspada!
Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara terjadi ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor. Kondisi ini umumnya berasal dari kelenjar susu (lobulus) atau saluran pengalir susu (duktus).
Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, banyak penelitian menemukan bahwa kombinasi faktor genetik, hormon, gaya hidup, dan lingkungan berperan besar dalam memicu terjadinya penyakit ini.
Adapun beberapa penyebab kanker payudara yang paling sering dikaitkan antara lain kadar estrogen berlebih, mutasi gen (seperti BRCA1 dan BRCA2), dan paparan radiasi di area dada. Selain itu, gaya hidup tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok, juga dapat meningkatkan risikonya.
Faktor Risiko Kanker Payudara
Berbagai faktor dapat memengaruhi kemungkinan seseorang terkena kanker payudara. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kondisi biologis seseorang yang tidak bisa diubah. Sementara yang lain berasal dari gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang masih bisa dikendalikan.
Faktor risiko kanker payudara ada yang tidak dapat diubah dan yang bisa dimodifikasi. Berikut pembagiannya:
Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
Kanker payudara bisa disebabkan oleh kondisi biologis seseorang yang tidak bisa diubah. Inilah masing-masing penjelasannya:
1. Jenis Kelamin
Kanker payudara jauh lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hal ini karena wanita memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi. Hormon ini berperan besar dalam pertumbuhan jaringan payudara dan dapat memicu pertumbuhan sel abnormal jika produksinya berlebihan.
2. Usia
Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia dan paling sering ditemukan pada wanita pascamenopause. Proses penuaan dapat memengaruhi keseimbangan hormon serta mekanisme perbaikan sel, yang akhirnya meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi sel menjadi sel kanker.
3. Riwayat Keluarga
Faktor genetik juga memiliki peran penting dalam perkembangan kanker payudara. Memiliki keluarga tingkat pertama (ibu, saudara perempuan) dengan kanker payudara meningkatkan risiko 2–3 kali lipat. Mutasi BRCA1/BRCA2 menyumbang 5–10% kasus.
Mutasi gen seperti BRCA1 dan BRCA2 juga diketahui dapat meningkatkan peluang terjadinya kanker payudara dan ovarium. Sementara itu, riwayat kanker payudara pada pria dalam keluarga juga bisa menjadi faktor risiko tambahan.
4. Geografi, Etnisitas, dan Ras
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di seluruh dunia. Angka kasus umumnya lebih tinggi di negara maju karena pengaruh pola makan tinggi lemak, usia reproduksi yang lebih tua, dan gaya hidup kurang aktif.
5. Riwayat Menstruasi dan Menopáuse
Menstruasi pertama yang terjadi terlalu dini (sebelum usia 12 tahun) atau menopáuse yang datang terlambat (setelah usia 55 tahun) dapat memperpanjang paparan tubuh terhadap hormon estrogen. Akibatnya, risiko kanker payudara pun meningkat.
6. Riwayat Reproduksi dan Menyusui
Riwayat reproduksi juga berperan besar terhadap risiko kanker payudara. Wanita yang tidak pernah hamil memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan yang memiliki anak lebih dari satu.
Begitu pun dengan wanita yang memiliki anak pertama di atas usia 30 tahun. Sementara itu, menyusui dapat memberi efek perlindungan terhadap kanker.
7. Tinggi Badan
Wanita dengan postur tubuh tinggi memiliki risiko sedikit lebih besar, yang diduga berkaitan dengan pengaruh hormon pertumbuhan dan faktor genetik sejak masa pertumbuhan.
Sebagai catatan, tinggi badan bukanlah penyebab langsung kanker. Faktor ini hanyalah salah satu dari banyak faktor risiko kanker payudara yang bersifat multifaktorial.
Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Sejumlah faktor lain bisa menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara. Beberapa di antaranya adalah:
1. Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama setelah menopáuse, menjadi faktor yang dapat meningkatkan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kondisi ini dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara.
2. Aktivitas Fisik dan Nutrisi
Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang terbukti meningkatkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, menjaga berat badan ideal melalui olahraga teratur dan konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur, buah, dan biji-bijian dapat membantu menurunkannya.
Hindari pula makanan yang dapat meningkatkan faktor risiko kanker payudara, seperti makanan tinggi lemak trans, garam, dan makanan olahan.
3. Konsumsi Alkohol dan Merokok
Alkohol berlebih dapat meningkatkan kadar estrogen. Sementara itu, zat kimia dalam rokok dapat merusak DNA sel payudara dan memicu pertumbuhan sel abnormal. Keduanya termasuk dalam pemicu kanker yang perlu dihindari.
4. Terapi Hormon
Penggunaan jangka panjang (lebih dari lima tahun) terapi hormon pengganti yang mengandung estrogen dan progesteron juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Pemahaman tentang faktor ini penting agar penggunaan terapi dilakukan dengan pengawasan medis yang ketat.
Kesimpulan
Memahami penyebab dan faktor risiko kanker payudara adalah langkah awal untuk pencegahan. Faktor genetik memang tidak bisa diubah, tetapi kamu bisa mengendalikan gaya hidup dengan menjaga kebiasaan sehat dan melakukan pemeriksaan rutin.
Jika kamu menemukan perubahan mencurigakan pada payudara, segera konsultasikan ke dokter. Lakukan Pemeriksaan Klinis di Kaiser Cancer Center untuk diagnosis akurat dan penanganan profesional. Sayangi dirimu dan jaga kesehatan payudara sejak sekarang bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.







