Setiap wanita berhak mendapatkan informasi kesehatan yang lengkap, salah satunya adalah tentang cara mendeteksi dini kanker payudara. Deteksi dini merupakan kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan, bahkan hingga 80–90% jika kanker ditemukan pada tahap awal.
Dalam upaya ini, terdapat dua istilah penting yang perlu diketahui, yaitu SADARI dan SADANIS. Keduanya merupakan metode deteksi dini kanker payudara, namun dilakukan melalui cara yang berbeda.
Lantas, apa saja perbedaan SADARI dan SADANIS? Artikel ini akan mengulas perbedaan keduanya, mulai dari pengertian hingga metode pelaksanaannya. Simak penjelasan berikut hingga tuntas.
SADARI vs. SADANIS: Apa Bedanya?
Perbedaan SADARI dan SADANIS dapat ditandai dari beberapa aspek. Berikut adalah rangkumannya:
Aspek | SADARI | SADANIS |
Pelaksana | Diri sendiri | Tenaga medis |
Metode | Observasi & perabaan | Observasi, perabaan, & evaluasi klinis |
Tujuan | Mengenali perubahan awal | Deteksi klinis dan diagnosis awal |
Akurasi | Subjektif | Lebih akurat dan menyeluruh |
Frekuensi | Bulanan | 1-3 tahun sekali (usia <40), tahunan (usia >40) |
Apa Itu SADARI dan SADANIS?
Berikut penjelasan mengenai dua metode pemeriksaan dini kanker payudara yang penting untuk diketahui:
- SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri): Merupakan pemeriksaan mandiri yang dilakukan sendiri oleh wanita untuk mengenali sejak dini adanya perubahan, kelainan, atau tanda-tanda tidak biasa pada payudara.
- SADANIS (Pemeriksaan Pyudara Klinis): Dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, seperti dokter atau perawat terlatih, untuk mendeteksi kelainan secara lebih akurat.
Keduanya bertujuan untuk menemukan tanda-tanda awal kanker payudara, seperti benjolan, perubahan bentuk, atau keluarnya cairan dari puting. Dengan begitu, perawatan yang tepat dapat diberikan sebelum kanker payudara berkembang lebih parah.
Waktu Pelaksanaan SADARI dan SADANIS
Baik SADARI dan SADANIS sebaiknya dilakukan secara rutin untuk memastikan kesehatan payudara tetap terpantau.
- Waktu Pelaksanaan SADARI: Ideal dilakukan 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi, saat payudara tidak sedang bengkak atau nyeri. Adapun untuk wanita menopause, SADARI dapat dilakukan setiap bulan di tanggal yang sama, misalnya setiap tanggal 1.
- Waktu Pelaksanaan SADANIS: Disarankan dilakukan setahun sekali, terutama bagi wanita usia 40 tahun ke atas.
Metode Pelaksanaan SADARI
Siapa pelaksana SADARI? Seperti namanya, SADARI dapat kamu lakukan secara mandiri di rumah. Berikut adalah langkah-langkah melakukan SADARI:
- Berdirilah di depan cermin, lalu angkat kedua tangan ke atas. Amati bentuk dan warna payudara.
- Letakkan kedua tangan di pinggang, kemudian condongkan bahu ke depan.
- Dorong siku ke depan dan tegangkan otot dada.
- Angkat lengan kiri, tekuk siku, dan gunakan ujung jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan gerakan memutar, vertikal, dan menuju puting.
- Kemudian, ulangi langkah yang sama pada payudara kanan.
- Tekan kedua puting, perhatikan apakah ada cairan yang keluar (selain ASI). Apabila puting mengeluarkan cairan tidak biasa, segera konsultasikan ke dokter.
SADARI juga dapat dilakukan dalam posisi berbaring dengan cara berikut:
- Letakkan bantal di bawah pundak dan angkat lengan ke atas.
- Lakukan pemeriksaan seperti langkah di atas, termasuk area ketiak.
Metode Pelaksanaan SADANIS
Jika SADARI dapat dilakukan secara mandiri di rumah, lain halnya dengan SADANIS yang dilakukan di klinik atau rumah sakit. Ini menjadi salah satu perbedaan SADARI dan SADANIS yang paling mencolok.
Lantas, siapa pelaksana SADANIS? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, SADANIS dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berkompeten. Adapun metodenya meliputi:
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter memeriksa kondisi payudara dan area ketiak secara menyeluruh untuk mendeteksi adanya benjolan, perubahan pada kulit, maupun tanda-tanda lain yang mungkin menunjukkan adanya kelainan.
2. USG Payudara
Jika selama pemeriksaan fisik dokter menemukan kejanggalan atau hal yang mencurigakan, kamu akan dirujuk untuk mendapatkan pengujian menggunakan alat diagnostik, salah satunya adalah USG payudara. Pemeriksaan ini digunakan untuk membedakan antara kista (berisi cairan) dan tumor padat.
3. Mamografi
Selain USG, dokter juga dapat menggunakan mamografi, yakni pemeriksaan radiologi menggunakan sinar-X untuk mendeteksi kelainan pada jaringan payudara, terutama pada wanita berusia di atas 40 tahun. Bahkan, teknologi terbarunya mampu mendeteksi tumor berukuran 0,2 mm.
Menurut penelitian dari jurnal Healthcare (2023), metode ini sering dikombinasikan dengan pemeriksaan lain untuk meningkatkan akurasi diagnosis, terutama dalam mendeteksi kelainan pada tahap sangat awal.
Kesimpulan
Demikian penjelasan mengenai perbedaan SADARI dan SADANIS yang sama-sama berperan penting dalam menjaga kesehatan payudara. SADARI membantu mengenali perubahan sejak dini secara mandiri, sementara SADANIS memberikan pemeriksaan yang lebih akurat oleh tenaga medis.
Melakukan pemeriksaan secara rutin menunjukkan kepedulian terhadap diri sendiri. Deteksi dini memberi kesempatan lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.
Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat menjalani Pemeriksaan Klinis atau Pencitraan di Kaiser Cancer Center. Di sana, kamu akan didampingi oleh dokter dan tim medis berpengalaman yang siap membantu di setiap langkah pemeriksaan. Mari jaga kesehatan payudaramu dengan deteksi dan penanganan yang tepat bersama Kaiser Cancer Center, #CareWithClarity.







