Terapi Hormon
Terapi hormon diberikan sesuai rekomendasi dokter dan hasil MDT, sebagai bagian dari rangkaian pengobatan kanker. Terapi ini umumnya digunakan untuk jenis kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon, seperti kanker payudara atau kanker prostat.

Alur dan Proses Terapi Hormon
Konsultasi dan Penentuan Indikasi
Konsultasi bersama dokter onkologi akan dilakukan untuk memastikan bahwa kanker pasien memiliki karakter reseptor hormon yang sensitif terhadap terapi hormon. Dokter meninjau hasil patologi, rekam medis, riwayat penyakit, dan kondisi fisik untuk menetapkan apakah terapi hormon adalah modalitas yang tepat.
Penyusunan Rencana Terapi Hormon
Tim MDT Kaiser Cancer Center kemudian menyusun rencana pengobatan yang dipersonalisasi berdasarkan jenis kanker, usia, status hormonal, komorbiditas, dan tujuan terapi. Rencana dapat berupa obat minum, suntikan depot, terapi supresi ovarium atau testis, atau kombinasi terapi sesuai pedoman klinis internasional.
Edukasi Pasien
Pasien diberikan penjelasan komprehensif mengenai tujuan terapi (adjuvan, neoadjuvan, atau kontrol jangka panjang), mekanisme kerja obat, manfaat potensial, serta efek samping yang mungkin timbul seperti perubahan hormon, gangguan metabolik, atau penurunan densitas tulang.
Pemeriksaan Penunjang Praterapi
Sebelum terapi dimulai, tim medis Kaiser Cancer Center akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, meliputi tes darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, profil lipid, penilaian risiko kardiovaskular, hingga densitometri tulang, terutama pada pasien yang berisiko osteoporosis karena terapi hormon.
Pelaksanaan Terapi Hormon
Prosedur terapi hormon akan dilakukan oleh tim dokter yang berpengalaman. Untuk obat oral, pasien juga akan dipandu mengenai cara minum yang benar, jadwal konsumsi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Untuk injeksi depot atau prosedur supresi hormon, tindakan dilakukan dengan protokol steril dan observasi pascatindakan sesuai standar keselamatan klinis.
Observasi Pascaterapi & Pemantauan Efek Samping
Selama terapi berjalan, pasien akan menjalani pemantauan berkala untuk memeriksa efektivitas terapi dan memantau efek samping. Tim dokter akan mengevaluasi gejala seperti hot flashes, nyeri sendi, perubahan mood, gangguan seksual, serta melakukan pemeriksaan laboratorium berkala.
Mengapa Terapi Hormon di Kaiser Cancer Center?
Komprehensif & Terpadu
Layanan kanker terpadu dari skrining hingga terapi, berbasis standar global dan sistem diagnostik end-to-end.
Berbasis Multi-Disciplinary Team (MDT)
Rencana terapi didasarkan pada diagnosis setiap pasien dan ditinjau oleh tim MDT internasional yang dapat meningkatkan akurasi diagnosis hingga 95,4%.
Didukung Teknologi eHealth
Kaiser Cancer Center adalah pusat kanker pertama di Indonesia yang menggunakan Siemens eHealth agar data medis aman, mudah diakses, & sesuai regulasi MDPA.
Pertanyaan Seputar Terapi Hormon

